Posisi Tidur Bayi Yang Baik dan Benar

Posisi Tidur Bayi Yang Baik dan Benar – Posisi tidur bayi memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing Hal ini juga ditentukan sesuai umur bayi tersebut. Sebab pada usia tertentu, setiap organ yang matang juga berbeda beda hal ini di kemukakan oleh seorang dokter di RS Bunda, Jakarta, Dr. Ayu Partiwi, Sp. A, MARS. hal Inilah sehingga mengapa anak memiliki ciri khas tidur setiap umurnya.

Posisi Tidur Bayi

Posisi Tidur Bayi Yang Baik dan Benar

1. Tidur telentang (Bayi 0-3 Bulan)
Tidur terlentang mungkin bukan posisi tidur yang baik saat hamil, terutama untuk hamil tua, namun lain halnya dengan bayi baru lahir. Bayi sampai usia 3 bulan lamanya memang belum bisa beratrkasi apa apa. Sehingga posisi tidur yang hanya ia kuasai adalah terlentang. Karena perkembangan motorik entah kasar maupun halus juga belum matang, ia hanya mampu melakukan tidur telentang dengan dirinya sendiri. berbeda cerita jika andalah yang membantunya menidurkan dengan posisi yang lain.
Kelemahan pada bayi tidur dengan posisi Terlentang adalah sangat mudah terbangun, bahkan hanya degan suara yang pelan. Sedangkan kelebihannya adalah resiko kematian akibat SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) akan berkurang. Mereka yang tidur dengan posisi ini juga lebih jarang terkena apnea (berhenti bernapas). Pola tidur bayi 1 bulan memang sangat intens, jadi anda lebih baik sering menggendongnya agar tidak terjadi SIDS.

Postingan sebelumnyaBantal apakah baik untuk baik

2. Tidur dengan posisi tengkurap (> 3 Bulan)
Tidur tengkurap juga menjadi favorit beberapa bayi biasanya sudah berada pada usia yang cukup besar, sebab sudah mampu membolak balikan badannya sendiri serta sudah kuat mengangkat kepalanya, manfaat Bayi Tidur Tengkurap adalah akan lebih lama waktu tidurnya sebab mereka merasa nyaman dan nyenyak. Bahkan di bangunkan pun juga susah karena rasa nyamannya. Bayi yang biasa tidur dengan posisi seperti ini biasanya memiliki bentuk kepala lebih bagus.
Sayangnya Bayi Tidur Tengkurap memiliki resiko SIDS lebih besar, terutama bagi bayi yang masih berumur kurang dari 12 bulan. Posisi tidur ini cukup berbahaya jika jantung tubuhnya masih lemah (usia bayi masih muda). Di takutkan mereka menghirup udara yang baru saja ia hembuskan, atau dengan kata lain bukan oksigen yang ia ambil. Namun justru karbondioksidalah yang di hirup.

3. Bayi tidur dengan miring samping (> 3 Bulan)
Tujuan dari posisi Tidur miring Samping adalah untuk mempermudah proses pengosongan lambung. Bahkan jika bayi premature tersebut di bawa pulang dari rumah sakit, dokter akan memberikan anjuran untuk tetap mengusahakan bayi tidur dalam posisi miring pula
Namun perlu di ingat ketika anda memposisikan posisi tidur miring pada bayi. Jangan hanya orientasi pada sisi kanan atau kiri saja. Namun secara bergantian dan teratur untuk menjaga keseimbangan serta bentuk kepala tidak peang.
Posisi tidur bayi yang baik sangat penting untuk kesehatan bayi, tidur menggunakan posisi tengkurap memang baik. Selain bisa memperbaiki posisi dan bentuk kepala juga membuat bayi tidur lebih tenang dan nyenyak. Namun jangan luput dalam pengawasan anda. Bisa anda batasi hanya beberpa saat saja untuk mengurangi atau meminimalisir terjadinya apnea ataupun SIDS. Usahakan pula untuk menjauhkan beberapa benda yang mengganggu mulut bayi dan hidung. Sebab yang di takutkan adalah benda tersebut mengganggu proses pernapasannya.