Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

Genpi – Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli, Asuransi merupakan proses pengalihan risiko dari tertanggung kepada penanggung. Pertanggungan dari penanggung kepada tertangung. Pengertian ini muncul berdasarkan dasar kata asuransi berasal dari bahasa Belanda, assurantie yang dalam hukum Belanda disebut Verzekering yang artinya pertanggungan. Dalam dunia usaha, asuransi memegang peranan penting dengan memberikan perlindungan terhadap pengusaha dari bahaya – bahaya yang timbul yang tidak terduga, sementara perusahaan asuransi mengambil keuntungan dengan premi yang dibayarkan dari tertanggung. Sementara itu pengertian asuransi berdasarkan Undang – Undang Republik Indonesia No.2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian Bab 1 pasal 1 atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seorang yang dipertanggungkan.

Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli, tujuan asuransi, jenis asuransi
Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa pengertian asuransi menurut para ahli diseluruh dunia, diantaranya berikut ini:

Pendapat Mehr dan Cammack, asuransi merupakan suatu alat untuk mengurangi risiko keuangan, dengan cara pengumpulan unit – unit exposure dalam jumlah yang memadai, untuk membuat agar kerugian individu dapat diperkirakan. Kemudia kerugian yang dapat diramalkan itu dipikul merata oleh mereka yang bergabung.

Baca juga Asuransi kendaraan bermotor

Pendapat Mark R. Green, asuransi adalah suatu lembaga ekonomi yang bertujuan mengurangi risiko, dengan jalan mengkombinasikan dalam suatu pengelolaan sejumlah objek yang cukup besar jumlahnya, sehingga kerugian tersebut secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas – batas tertentu.

Pandapat C Arthur Willian Jr dan Richard M.Heins, asuransi dilihat dari dua sudut pandang berikut ini:
Asuransi adalah suatu pengaman terhadap kerugian finansial yang dilakukan oleh seorang penanggung.
Asuransi adalah suatu persetujuan dengan mana dua atau lebih orang atau badan mengumpulkan dana untuk menanggulangi kerugian finansial.

Pendapat Prof. Wiryono Prodjodikoro.SH, asuransi merupakan suatu persetujuan dimana pihak yang menjamin berjanji kepada pihak yang dijamin, untuk menerima sejumlah uang sebagai pengganti kerugian yang mungkin diderita oleh yang dijamin, karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas.

Berdasarkan pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD), Asuransi atau pertanggungan ialah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang Tertanggung, dengan menerima suaatu premi, untuk penggantian kepadanya karena sebuah kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu.”
Inilah informasi mengenai pengertian asuransi menurut para ahli dan undang – undang di Indonesia, semoga bermanfaat untuk pembaca.